Minggu, 03 Juni 2012

A moment to remember


Kim su jin sudah tak sabar lagi menunggu kekasihnya. Dia tahu, kekasihnya (Young Min) tidak akan datang ke stasiun. Dia telah dikhianati. Padahal demi pacarnya yang sudah beristri itu ia rela menentang ayahnya dan mempermalukan nama baik keluarganya. Tak ada jalan lain baginya, ia harus pulang. Dalam perjalanan pulang, ia membeli cola di sebuah mini market (family mart), sialnya cola itu tertinggal karena ia buru-buru pergi. Saat kembali ke minimarket dia berpapasan dengan seorang lelaki yang membawa sekaleng cola, tanpa pikir panjang ia langsung merebut cola tersebut dari lelaki itu. Belakangan ia baru tahu jika ia telah merebut paksa cola milik lelaki tersebut, untuk itu ia merasa sangat malu.

Seiring bergantinya musim, su jin mulai melupakan kesakithatiannya. Di musim semi yang indah su jin keluar bersama ayahnya. Di jalan dia bertemu dengan lelaki yang dulu dijumpainya di minimarket, namanya Choi chul soo, seorang tukang kayu. Singkat kata keduanya mulai jatuh cinta. Su jin ingin hubbungan mereka menanjak ke jenjang pernikahan, tapi chul soo menolaknya. Sebagai anak yang merasakan penolakan oleh ibunya sendiri ditambah lagi dengan masa kecil yang pahit dan hidup tanpa keluarga menjadikan chul soo pribadi yang agak kasar, keras kepala, dan tidak percaya pada kebahagiaan hidup. Untuk itu, ia tidak mau menukah, karena baginya menikah tidak akan membuatnya bahagia. Tetapi su jin terus menerus meyakinkannya hingga ia mau menikah dengan su jin. Pada awalnya, ayah su jin tidak menerima chul soo sebagai calon menantunya karena latar belakang keluarga chul soo yang tidak jelas. Demi melihat ketulusan cinta mereka berdua, akhirnya ayah su jin merestui  pernikahan putrinya.

Pasca pernikahan keduanya hidup bahagia di sebuah rumah kayu miliki chul soo. Di rumah itulah su jin menemukan sosok lain dari suaminya. Dibalik sifatnya yang keras ternyata chul soo hanyalah seorang anak yang terluka karena penolakan ibunya. Su jin menuntun suaminya untuk memafkan kesalahan ibunya dan berdamai dengan masa lalunya yang getir. Mereka berdua menemui guru tukang kayu chul soo yang dulu mendidikya dengan sangat keras. Chul soo juga mau menebus hutang-hutang ibunya agar ibunya bisa keluar dari penjara. Meski telah bangkrut, chul soo dan su jin tetap hidup dengan bahagia, karena kebahagiaan tidak hanya berasal dari materi.

Su jin seringkali lupa. Suatu pagi ia lupa mematikan kompor. Esok lusa ia bisa tersesat di jalan yang dikenalnya. Lupa dengan pekerjaan yang baru saja dikerjakannya atau bingung mencari suaminya padahal ia terletak persis di belakangnya. Chul soo menganggap kelakuan istrinya ini biasa saja ddan memintanay pergi ke dokter. Setelah beberrapa kali melakukan pemeriksaan, dokter memvonis su jin menderita Alzheimer. Sejenis penyakit langka yang kemungkinan besar disebabkan  oleh factor genetic. Penyakit ini mematikan fungsi mental lebih dulu daripada fungsi fisik. Si penderita perlahan-lahan akan melupakan lingkungannya, keluarganya, bahkan dirinya sendiri. Tak heran su jin menjadi sangat pelupa, bahkan terhadap tanggal hari ini ataupun kode lampu lalu lintas. Hingga saat ini belum ada obat untuk penyakit Alzheimer, obat-obatan hanya mampu sebatas memperlambat penyebaran penyakit ini.

Su jin merasa sangat hancur dengan penyakit yang dideritanya ini. Ia akan melupakan semua kenangannya sendiri bahkan tidak akan bisa mengenali siapapun lagi. Chul soo mulai curiga dengan kelakuan istrinya. Saat mengetahui keadaan istrinya, ia menjadi sangat kacau. Ia berjanji tidak akan meninggalkan istrinya dan tetap akan mengurusnya, karena bagi chul soo istrinya sangat berharga dan telah memberinya banyak hal.

Keadaan su jin semakin parah. Ia bahkan tidak bisa lagi mengontrol kantung kemihnya sendiri. Keluarga yang mengetahui keadaan su jin berinisiatif untuk mengurusnya, tetapi chul soo menolaknya dmentah-mentah. Ia tetap berkeras mengurus istrinya sendiri. Jajdilah setiap hari menjadi baru bagi kehidupan keluarga muda itu. Setiap inci dinding penuh dengan tulisan untuk mengingatkan su jin. Su jin juga sudah mulai lupa pada suaminya, alamat mereka, bahkan dirinya sendiri. Suatu hari, ia bahkan memanggil suaminya dengan nama mantan kekasihnya. Hal ini bukan kesalahan penderita alzheimer , tetapi hanya itulah yang tersisa dari ingatannya. Di hari lain, su jin mengingat semuanya, maka dia memutuskan untuk pergi dari kehidupan chul soo karena merasa kehadirannya hanya akan membuat chul soo sakit hati.

Sejak hari itu chul soo tidak pernah lagi bertemu su jin, surat yang ditinggalkan su jin menjadi penjelas bagi semuanya. Ia berusaha mencari tempat su jin dirawat, tettapi tetap gagal menemukannya. Namun suatu hari, sebuah surat dalam kotak surat mengantarkannya pada keberadaan su jin. Surat itu adalah surat yang ditulis su jin saat ia mengingat semuanya. Dari perawat rumah sakit chul soo mengetahui kadangkala istrinya bahkan tak dapat berpakaian sendiri. Ia tak kuasa membendung airmatanya saat bertemu dengan su jin yang tak lagi mengenalinya, tetapi ia tahu su jin masih tetap mencintainya. Hari itu chul soo mengajak su jin ke tempat pertama kali mereka bertemu, family mart. Untuk mengulangi sepotong episode pertemuan mereka. Su jin tetap tak mengingat masa lalunya. Chul soo menunggu hari ini untuk mengatakan apa yang tak pernah dikatakan pada istrinya dulu, “aku mencintaimu”. Chul soo ingin istrinya tahu bahwa ia juga sangat mencintainya.

2 komentar:

  1. "pernahkan kau tersesat di jalan yang sudah kau kenal?"
    itu kutipan yang paling aku hapal is dari film itu.
    nice posted :)

    BalasHapus
  2. nampaknya kau pernah :)
    tulisan salah tugas ini :(

    BalasHapus