Rabu, 04 Januari 2017

BALADA SILENT READER

Seberapa sering kamu cek sosmedmu dalam sehari? Seberapa sering kamu komen di grup sosmedmu?

Pertanyaan yang tidak perlu dijawab ya. Tapi kali ini saya akan buka kartu tentang si silent reader (saya sendiri). Mungkin ada diantara temanmu yang juga tergolong silent reader. Ada sih tapi gak nampak (seraam). Namanya ada sih, nomernya aktif, statusnya online lagi. Tapi kok ya ditunggu-tunggu kemunculannya tapi gak komen-komen. Keterangannya sedang mengetik tapi komennya gak muncul-muncul (pengalaman pribadi, hehehe). Nyebelin banget gak sih nih orang, wkwkwkw…..

Tapi jangan berprasangka buruk dulu sama tipe peselancar jenis ini. Banyak alas an loh….. banyak juga yang dibuat-buat. Tapi asli, jangan langsung underestimate sama manusia jenis ini.

Pernah suatu kali saya bergabung dalam grup diskusi dan ada salah satu oknum yang kesel banget sama si silent reader. Sebetulnya maksud beliau baik sih, kenapa gak ikut komentar padahal ini grup kan fungsinya buat diskusi (salah sendiri sih :D). Saya langsung merasa jadi tertuduh. Nelangsa banget rasanya L (apa sih…..:D)

Berikut ini beberapa alasan (pribadi) kenapa ada makhluk yang bergelar silent reader di grup sosmedmu:

1.      Mungkin hp-nya nge-hank karena kebanyakan aplikasi jadi rada males juga setiap saat mantengin hp (pengennya ganti hp baru)
2.      Lagi ngirit kuota (gak ngaruh ya)
3.      Terlalu kudet
4.      Saking banyaknya pekerjaan jadi gak bisa selalu stay deket hp
5.       Kepribadian. Ada loh orang tipe introvert di dunia maya. Komentar secukupnya. Sharing seperlunya. Mungkin saya termasuk yang ini. Saat ngobrol live gak banyak komentar, saat daring juga begitu. Seringnya bingung harus ngobrol apa. Khawatir juga nanti berkomentar yang garing atau bisa salah komentar malah jadi dosa. Jadi terkadang saya piker lama mau komen apa, udah diketik panjang tapi gak jadi share :D. kadang mikir juga komunikasi lisan dan tulisan suka beda interpretasi. Jadi lebih sering ragu-ragunya kalau mau komentar.
6.      Mungkin menurut beberapa orang topic yang dibicarakan bukan bahasan yang terlalu urgent untuk didiskusikan. Daripada ikut ngobrol ngalor-ngidul tapi gak dapet hasil mending wait and see the result. Isn’t it? Memang saya maunya ikut yang praktis :D ngiket wae lah selama diikutin orang bener.
7.      Tidak merasa memiliki kepentingan di grup. Ini grup apa? Siapa yang masukkin? Tiba-tiba terdampar di grup ini. Tapi mau left sayang, bermanfaat juga isinya. Biarkan saja lah.

Mungkin inilah sebagian alasan adanya fenomena silent reader di kalangan peselancar :D. Tapi yang pasti sih spesies satu ini gak punya niatan buruk atau curang. Mungkin karena keterbatasan aja. Kadang-kadang waktu saya tiba-tiba koment di grup ~siiiiiiiiiiiiiiing~ hening seketika. Ini anak mana sih tiba-tiba koment. Hahahaha….. ngerasa aneh juga sih. Tapi yah, memang media social membawa banyak manfaat selama kita tetap bijak menggunakannya (gak nyambung gini sih).

*Ini bahasanya gaje banget sih…. Isinya juga tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ditulis hanya untuk melatih diri untuk terbiasa menulis. Mohon maaf jika ada isi yang tidak berkenan. 


Bogor, 05 Januari 2017

Sabtu, 31 Desember 2016

Rumah yang Sunyi

Benar apa yang dikatakan para orang tua bahwa waktu kita bersama anak-anak hanya sekejak saja. Sebab saat mereka tumbuh remaja anak-anak akan menghabiskan lebih banyak waktu mereka dengan teman-temanya.
Tadi malam saya pergi ke rumah saudara untuk acara keluarga tahunan (haul ummi). Saya mengingat tahun-tahun sebelumnya saat sepupu-sepupu saya masih kecil. Acara kumpul keluarga selalu ramai dengan  gelak tawa dan obrolan yang menghangatkan. Tetapi malam tadi amat sunyi. Anak-anak tak lagi merindukan bermalam bersama saudaranya. Permainan telah digantikan games dalam gadget. Remajanya hanya sedikit saja, selebihnya lebih memilih bermalam tahun baruan dengan teman-temanya di luar rumah.
Peelu kita sebagai anak dan generasi mudanya untuk meluangkan waktu bersama keluarga kita. Keluarga besar kita. Waktu kita bersama merek tidaklah mungkin tak sebanyak yang kita kira. Ruang-ruang keluarga kita semakin sunyi.

*catatan di penghujung 2016