Senin, 28 Oktober 2013

Peristiwa Malam


^_^

Budaya itu ya...
Kemarin dulu saya minta maaf sama orang Amerika karena pakai "sandal" masuk kamarnya... eh dia cuma bilang "Oh, gak papa kok kita emang pakai sandal dalam kamar". Oalah... lupa *tepok jidat* yang lepas sandal dalam kamar sepertinya hanya orang Indonesia-Malaysia aja deh...

Hari ini, setelah saya numpang nyicip kwetiau masakannya orang Korea. Pas saya mau  cuci piring bekas makan, kita sampai rebutan piring+garpu gitu loh.... Dia sampai bete gitu gara-gara saya mau "bantu" cuci piring. Ternyata dia ngerasa gak enak, sampai terhina gitu katanya... Hehe... sebaliknya saya yang gak enak, cuma numpang makan doang. Untunglah ada orang Thailand yang menjembatani "perselisihan" kami. :D

Kalau di Indonesia senyum udah punya seribu makna. Disini kayaknya gak cukup deh.. mesti nerapin 5S-nya bang salim. Hehe.... Dalam sehari aja kita ketemu berapa kali dan nanya pertanyaan yang itu-itu juga "kaif haal?"  ... "kaif haal?"..."kaif haal?"....
Hehehe.... Alhamdulillah Luar Biasa Allahu Akbar

Qatar luaaaarrr biasa ;)

Sabtu, 19 Oktober 2013

Sudut Pandang

Saya : Uak, disini mah orangnya pada kaya-kaya, setiap orang naik mobil pribadi kali...
Uak : Is juga kaya atuh, punya mata, punta telinga, punya hidung....

***
Saya : Penyakit Is (futur) suka kambuh kak kalau banyak waktu luang
Kak Tri : Futur itu pilihan...

***

Jessica: "Saya lebih suka jadi orang yang meninggalkan daripada ditinggalkan. Orang yang ditinggalkan hanya akan merasa kehilangan sebentar saja, selebihnya mereka akan terbiasa tanpa kita. Sedangkan orang yang meninggalkan akan merasa sangat gembira dengan lingkungan baru, tapi kemudian akan ada rindu yang menggunung".

***

Saat silaturahmi ke rumah orang Malaysia saat lebaran kemarin....
"Disini dapat siaran dari Indonesia loh... Masa iya ketua hakim ketahuan korupsi.......(dsb yang saya kurang mengerti bahasanya)"
Malu saya dengan berita ini yang membahas negara tetangga pula. Tapi, alhamdulillah... belangnya pak ketua hakim ini ketahuan, harus menelan ludah sendiri akibat ucapannya tempo dulu. Daripada masyarakat tidak pernah tahu wajah aslinya. Meski malu tapi untungnya ketahuan.

***

Antara purnama yang terlihat di Aspire dan di asrama adalah purnama yang sama. Namun nampak berbeda. Pun itulah yang kita lihat dalam menghadapi suatu permasalahan. Tinggal memilih ingin memakai kacamata positif atau negatif. Karena dalam hidup ini tak ada yang kebetulan, yakinkan diri selalu berpegang pada janji-Nya. Berprasangka baik adalah pilihan paling tepat. Selebihnya, keridhoan itu akan datang sebanding dengan pengusahaan kita. Tak ada salahnya menertawakan kesalahan kita sendiri, selama kita dapat mengambil pelajaran darinya.

Kamis, 10 Oktober 2013

Qatar dan Kark

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

Bisa di-imam-in sama muslimah Amerika itu... sesuatuuu banget. Alhamdulillah... ukhuwah ini begitu manisnya. Bisa tilawah bareng dan berbagi cerita itu...
Mudahkan segala urusan kami, kuatkan kami dalam uji-Mu Allah...
Tidak ada satu ujian pun melainkan setiap diri pasti mampu menanggungnya...
Kita pasti bisa...kita pasti kuat 

Meski, agak aneh juga di kota yang terkenal kemodern-annya ini, masih ada ya yang menganggap orang Arab lebih baik derajatnya daripada non Arab. Paradoks. Padahal salah satu ayat-Nya yang baru saja diingatkan muslimah Amerika ini:

"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". (Al Hujurot:49)

Bersyukur telah menjauhkannya dari keburukan. Bersyukur karena masih dapat rukuk dan sujud dengan sempurna di atas sajadah cinta Mu. Dalam setiap cobaan, sakit, kekhawatiran, kesedihan, lebih dari itu semua sesungguhnya ada syukur disana. Pasti.

Thursday Night, selalu jadi malam yang istimewa.


Cerita belum usai.... kali ini...

Tentang seorang penikmat kark (teh khas Qatar), Jessica namanya. Perempuan Amerika ini baiiiik banget. Mau menemani "keanehanku", berlama-lama duduk di bangku taman menatap langit yang tak nampak bintang selepas makan malam, mendengar ceritaku yang kosakatanya belepotan, bahkan mentraktir secangkir kark.

Darinya aku jadi tahu saat kami (pembelajar Indonesia) masih sibuk dengan urusan tashrif mentashrif, dia (pembelajar Amerika) sedang berkenalan dengan bahasa Arab lewat PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Maksudnya???

Pelajaran bahasa Arab pertamaku adalah sewaktu di madrasah menghafal kosakata (Baabun = panto - futhotun = serebet) sambil dinyanyikan dibimbing Pak Ustadz.
Sedangkan pelajaran pertama bahasa Arab Jessica adalah dengan tema PBB, dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi.
Disinilah perbedaannya, metode pengajaran yang dipergunakan. Tetapi.... perbedaan paling mendasar adalah tujuan dari pembelajarannya. Di Amerika, masih menurut Jessica, banyak beasiswa yang ditawarkan untuk mempelajari bahasa Arab guna kepentingan dalam bidang politik. Sedangkan aku yang orang Indonesia mempelajarinya karena ialah bahasa pertama yang diperkenalkan Bapak.

Oleh karena alasan inilah aku sangat bangga sebagai orang Indonesia. Kami mempelajari bahasa Arab bukan untuk kepentingan diplomatik semata, melainkan karena kecintaan kami pada Islam, pada Al Qur'an. Meskipun metode pengajaran yang dipergunakan belum terlalu efektif. Ditambah satu lagi keistimewaan Indonesia adalah saat mempelajari bahasa Arab biasanya akan otomatis ada pelajaran khat (seni menulis huruf Arab). Pelajaran ini belum tentu diwajibkan di negara lain. Bahkan teman sekelasku yang asli Libia saja sempat bertanya "Kok orang Indonesia khat-nya pada bagus-bagus sih? memang gimana caranya?". Aku baru sadar, pelajaran khat yang selama ini paling tidak kusukai sangat bermanfaat.
شاي كرك ونعنع


Alhamdulillah
Cinta Islam
Cinta Al Qur'an
Cinta Indonesia

^_^

"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?"

إن شاء الله سوف أصبح بخير
وإن شاء الله سوف نصبح بخير
كله تمام

Selasa, 08 Oktober 2013

من ذكريات الطفولة

عندما كنت طفلة في يوم الإجازة المدرسية قضيت أنا وأمي وأختي الصغيرة معظم وقت فراغنا في البيت.

ذات يوم علّمتنا أمي طريقة لقص الأقشمة لتصنع لنا أزباء الجديدة. وأعطت لنا الاختيار في الطراز للأزياء. كنا نجرّب الأزياء من أول بدء الخياطة حتي تنتهي أمي في خياطها، ما صبرنا في ارتدائها.

في اليوم التالي طبخنا الكعك. بالنسبة لي الجزء المفضّل هو تزيين الكعك لألوان مختلفة من الزبادي. بالرغم من أن المظهر كان غير مرتب ولكم كان الطعم شهيا جدا.

في اليوم التالي قمنا بزارعة. ننبت البهارات كالفلفل والتصل والزنجبيل وغيرها. استخدمنا الجرات السابقة بدلا من المزهريات وكان دوري سقي النباتات كل يوم ولكن كنت أكسل في تنفيذها فذبلت النباتات... آسفة.

في يوم من الأيامنالت أمي القماش الخشن فبدأت تصنع لنا المحفظة والنعل منها. كانت تستفيد من قطع الأثاث المبتقية في البيت كالخشب والحبال والزر في إنتاجها. كنت أحب المحفظة كثيرا واستخدمها في المدرسة كل يوم.

هذه بعض ذكريات طفولتي. أمي ذكية جدا. أحبانا تصبح مصممة أو طباخة أو مزارعة أو مهندسة المفضل. أحببت كل ما أورثتني وعلّمتني إياه في طفولتي. أنا فخورة بأنها أمي. 

Alhmdulillah :))))
akhirnya dapat nilai ahsant juga....
Tulisan yang keberapa setelah berkali-kali ditolak
hehe
أقدّمها لأمي

Jumat, 04 Oktober 2013

Jam Weker


Saya selalu butuh jam weker untuk bangun tidur. Saya selalu butuh musahharootii  untuk bangun sahur. Saya selalu butuh bel untuk tahu jam masuk sekolah. Bahkan seringkali saya butuh teguran untuk menyadari sikap buruk saya. Saya selalu butuh "pengingat" untuk menunjukkan saya pada kebaikan.

Teriring sebiru hari ini nya edcoustic, memutar ulang ingatan saya pada weker-weker saya selama di kampus. Maha Baiknya Allah mempertemukan saya pada pengingat-pengingat hidup yang mengisi hari-hari saya saat itu. Teman-teman dengan kesibukan menggunung namun tak pernah alpa melewatkan harinya tanpa tilawah. Orang-orang yang membuat saya iri habis-habisan. Yang mencintai ilmu dengan segenap kerendah hatian, yang mencintai al Qur'an seolah al Qur'an selalu membersamainya. Tak cukup disitu bahkan mereka pun telah beramal nyata dengan aktifitasnya. Mereka selalu menjadi pengingat bagi saya, betapa saya harus berlari untuk tak sampai tertinggal. Kadang saya bertanya kapan saya bisa menjadi "jam weker" sementara hingga hari ini pun saya masih berkutat dengan kepentingan diri saya sendiri.

Kata Mbak Tri futur itu pilihan. Saat bermuwajjahah dengan mereka saya seolah tidak punya pilihan untuk futur, karena dengan ketulusan dan kebersahajaan yang mereka miliki mampu menjauhkan saya dari rasa malas itu. Rindunya saat-saat itu... Semoga Allah senantiasa menjaga diri kita, menjaga hati kita.

Doha. Allah perkenalkan saya dengan "weker-weker" yang lain disini. Alhamdulillah. Saat masuk kelas saya tersadar bahwa selama ini saya terlalu lama bermain-main dalam menuntut ilmu. Mereka yang baru seumuran jagung belajar saja sudah sampai di titik depan, sedang saya...
Jika saya tengah membela diri maka alasan saya adalah pola pikir yang diwariskan nenek moyanglah penyebab utamanya. Teman sebangku saya akan sangat sebal ketika kami mempelajari materi yang mudah atau sudah dipelajarinya, sedang saat itu saya merasa di zona aman, merasa sudah cukup dengan pencapaian saya (dalam hal ini saya berharap saya tidak sedang merepresentasikan negara saya--saya sedang merepresentasikan diri saya sendiri). Ada pula dengan teman yang lain, dia bahkan tak sempat "bermain-main" dengan sosmed-nya lantaran sibuk dengan membaca koran dan mendengarkan siaran radio, padahal usianya baru 20 tahun. Saya yang lebih tua dari dia saja belum mampu mengendalikan candu saya pada "main-main" di sosmed. Saya malu, lagi-lagi saya tertinggal.

Belum cukup kekurangan saya perihal pengetahuan bahasa arab. Saya juga lupa perkataan seseorang "Kalau menjadi mulia di mata manusia susah, saya ingin menjadi mulia di mata Allah". Saya lupa pula prinsip sangat mendasar ini. Tilawahnya bolong-bolong tahfidznya stag. Padahal selama ini saya meminta banyak hal pada-Nya. Saya amat malu.... Pun di tengah kesombongan saya yang kerap melalaikan ayat-ayat cinta-Nya, Maha Baiknya Allah memberikan saya weker yang lain. Mereka mengingatkan saya pada hafalan surat yang tak terjamah, pada berlomba-lomba dalam kebaikan, pada mengingat Mu... Allah...
Alhamdulillah...
Kamis malam akan menjadi malam yang saya nanti-nantikan. Saat lingkaran cahaya kita dirindui surga. Saling menguatkan, berbagi rasa, berbagi semangat dalam kebaikan. Tolong ingatkan Is selalu saudariku....
Entah sejak kapan ruh-ruh kita bersua dalam cinta-Nya,
Meskipun saya masih tak mengerti apa artinya, saya tetap ingin mengatakan kalimat yang tak saya mengerti ini
أحبّكنّ في الله

Mengapa padi yang berisi menunduk ke bawah? Karena seharusnya mempelajari ilmu apapun menjadi sarana untuk mendekatkan diri pada Sang Khalik. Karena seharusnya kesibukan dalam menuntut ilmu tidak menjadi alasan untuk alpa dalam tilawah. Seharusnya saya lebih peka dengan "weker" yang selalu menemani malam-malam saya sebelum beranjak ke tempat tidur. Lihat lebih dekat dan rasakan... weker itu tak harus seseorang juga sesuatu. Sesuatu yang Allah hadirkan sebagai alasan mendekatkan diri pada-Nya.

أرجوك قربا منك يا الله

Terima kasih untuk menghadiahkan Is weker-weker ajaib disini :)
شكرت الله بلقائكنّ


 

Rabu, 02 Oktober 2013

Tentang Senja

Bolehlah menunggu senja hingga esok...esok..dan esok
hingga sampai sampan ini merapat
di tempat paling tepat
waktu paling tepat
sementara itu,
senja ini, jangan sampai kau lewatkan mengagumi keindahannya
mensyukuri setiap hari yang masih kau miliki

مذكراتي الطفولة

كنت جالسة في المدرسة الإبتدائية وأقام جدّي احتفالا بمذاكرة مولد النبيّ في بيته سنويّا. كان الأقارب يبجمّعون إلى بيت حدّي لمساعدته في استعداد ادوات الحفلة وتحضير الأطعمة.

شغلت النساء في المطبخ، هنّ تقطّعن الحضروات وطتخن المواد المستهلكة حتى حضّرن لنا المأكولات الشهية. واشتغل الرجال بواجبات كما أن النساء يشتغلن في المطعم، ولكن اختلف الواجبات فيما بينهم. فأما الرجال قاموا باستعداد المكان الاحتفال كتنظيف البلاط وامتداد الحصائر وتحضير الأكواب والأكواب وغيرها.

في هذا اليوم كان الناس مشتغلين بأعمالهم ما عدا الأطفال. في الحقيقة، شارك الأطفال لمساعدة أعمال الكبراء ولكن الحصول ليس بالمساعدة بل جعلا للصعبات. في بعض الأحيان منعنا الكبراء لمشاركة في أعمالهم ولكننّا نحب المساعدة.

بعد صلاة المغرب استضاف جدّي الجيران والأقارب في ساحة بيته، فغصت الساحة بسكاكن القرية. بدأوا بقراءة بعض آيات القرآن على يد إمام المسجد ثم حدّثنا عن سيرة رسول الله صلى الله عليه وسلّم. واستمر البرنامج بتنا ول المأكولات التي طبختها النساء اليوم وأتبع بتناول الحلويات أو الفواكه. هذا يوم متعب لكن ممتعا لأن الناس مسرورون.   

السبب


من المفروض، أن التعلم العلم في أي مجال كانت سببا للتقرب إلى الله

بسم الله ^_^