Sabtu, 11 September 2021

Tadabbur Q.S. Al-Infithar Ayat 1-12

 Kajian subuh bersama Atqana academy

Usr. Jalaluddin Rumi


إِذَا السَّمَآءُ انْفَطَرَتْ

Kata idza menunjukkan sesuatu yang kemungkinan terjadinya besar (Sekitar 80% ke atas)

Diikuti fi'il madhi pada sesuatu hal yang belum terjadi menunjukkan penekanan (sungguh-sungguh akan terjadi)

وَإٍذَا الْكَوَاكِبُ انْتَثَرَتْ

Kawakib bentuk jamak dari kaukab

وَإِذَا الْبِحَارُ فُجِّرَتْ

Digunakan kata bihaar (jamak dari bahrun) menunjukkan penekanan.

Kata fujjirot dapat dibaca dengan qira'ah yang lain fujirot (tanpa tasydid) dan artinya sama.

وَإِذَا الْقُبُوْرُ بُعْثِرَتِ

Tanah-tanah mengeluarkan harta berharga dari dalamnya. Salah satu tanda kiamat kecil adalah dengan banyak ditemukannya tambang emas. 

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ

Qoddamat diartikan sesuatu yang diprioritaskan. Sedangkan akhharat artinya sesuatu yang tidak diprioritaskan. Orang yang tidak mempriorotaskan Allah Saw. akan dihinakan pada hari itu.

يٰۤاَيُّهَا الۡاِنۡسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الۡكَرِيۡمِ

Yaa Ayyuha digunakan untuk mengambil perhatian. Ha berasal dari hadza.

Al-Insan memiliki 3 makna; menunjukkan keumuman, menghinakan, dan pengingkaran.

Gharra artinya tipuan atau banyak khilaf dan lalai. 

Maa memiliki dua fungsi; bertanya dan menunjukkan ketakjuban/ keanehan.

Kariim artinya mulia. Antonimnya adalah kehinaan. Orang yang hina adalah orang yang tidak taat. 

الَّذِىۡ خَلَقَكَ فَسَوّٰٮكَ فَعَدَلَـكَ
Sama dengan kandungan surat At-Tin. Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang paling proporsional.
Kata fa menunjukkan makna urutan.
فِىۡۤ اَىِّ صُوۡرَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَؕ
Kalupun ada yang tidak sempurna di mata manusia. Tetapi rupa itu paling sempurna di mata Allah Swt.
كَلَّا بَلۡ تُكَذِّبُوۡنَ بِالدِّيۡنِ
Ad-din menunjukkan dua makna: hari pembalasan dan agama Islam.
Kita tidak boleh tawaqquf dengan agama Islam.
وَاِنَّ عَلَيۡكُمۡ لَحٰـفِظِيۡنَ
كِرَامًا كَاتِبِيۡنَ
يَعۡلَمُوۡنَ مَا تَفۡعَلُوۡنَ
Malaikat mengetahui niat seseorang. Bau harum bagi yang berniat baik dan bau busuk yang memiliki niat buruk.

Bandung, Ahad, 12 September 2021

Jumat, 27 Agustus 2021

MEMBANGUN VISI MISI KELUARGA

Drs. H. Tatang Sukandar

Sabtu, 28 Agustus 2021


Apa tujuan hidup manusia?

"Tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah" (Q.S. Az Zariyat: 56)

Tujuan dari menikah adalah untuk beribadah. Landasan berkeluarga dalam rangka beribadah kepada Allah Swt. Pernikahan merupakan ibadah yang terpanjang. Dimulai sejak akad terucap hingga dipisahkan oleh maut, bahkan hingga dikumpulkan kembali di surga Allah. 

Pernikahan yang barokah akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Penuh dengan kenyamanan dan kerukunan. Kelak, seorang istri salehah akan menjadi bidadari tercantik di surga Allah.

Banyak doa yang dipanjatkan untuk keluarga, diantaranya:

ربنا هب لنا من الصالحين

ربنا هب لنا من أزواجنا وذريانتا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

Fungsikan rumah sebagai madarasah utama. Untuk itu, perlu disusun visi dan misi keluarga. Bagaimana menyusunnya? Disesuaikan dengan kondisi keluarga masing-masing. Pernikahan perlu dirawat  dengan iman. Biasakan berbicara dengan pasangan dengan bahasa yang menyenangkan, agar saling menghormati. Karena, kebahagiaan keluarga tidak didapat dari harta. 

*disampaikan dalam Majelis ta'lim perguruan Ar Rafi'

Sabtu, 14 Agustus 2021

Tadabbur Q.S. At Takwir: 1-7

    Terdapat keutamaan dalam membaca surat at-Takwir dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi. Banyak hadits yang menyebutkan keutamaan dari ayat atau surat tertentu. Pada dasarnya hadits-hadits tersebut menganjurkan kita untuk banyak membaca al-Qur'an juga mentadabburinya.



Ayat pertama berbunyi
إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ

Kata idza sepadan maknanya dengan when dalam bahasa Inggris. Sedangkan inna dapat diartikan dengan if. Kata ini dimulai dengan idza menunjukkan kalau (dalam artian benar-benar akan terjadi).
Kata kuwwirot berarti dilipat. Kata ini dapat digunakan dalam konteks "melipat baju". Kata kuwwirot merupakan bentuk fi'il madhi, yang menunjukkan kata kerja lampau. Penggunaan fi'il madhi dalam suatu hal yang belum terjadi bermakna kejadian itu benar-benar akan terjadi.

Ayat kedua berbunyi
وَإِذَا لنُّجُوْمُ انْكَدَرَتْ

Ayat ini dimulai lagi dengan kata idza, yang bermakna penekanan. Kata nujuum merupakan bentuk jamak dari kata najmun. Artinya bintang-bintang. Alam semesta berisikan gemintang yang sangat banyak. Jika hari kiamat akan berjatuhan.

Ayat ketiga berbunyi
وَإِذَا الْجِبَالُ سُيِّرَتْ

Kata al-jibaal artinya adalah gunung-gunung. Gunung merupakan pasak bumi. Jika pasak-pasak tersebut tercerabut tentulah bumi akan hancur.

Ayat keempat berbunyi
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ

Kata 'usyar berasal dari kata 'usyairah/ 'asyaroh (sepuluh), artinya unta yang sedang hamil 10 bulan dan sudah mendekati saat melahirkan. Orang-orang Quraisy saat itu sangat menyukai unta, apalagi unta merah. Saat ini dapat disepadankan dengan lamborghini. Unta adalah pengibaratan dengan harta. Harta yang paling berharga pada saat itu tidak akan dipedulikan. 'Uttilat artinya hilangnya perhatian.

Ayat kelima berbunyi
وَإِذَا الْعِشَارُ عُطِّلَتْ

Kata wuhusyun artinya hewan buas/ hewan liar. Mereka sifatnya individualisme, tidak mau berkumpul. Tetapi pada hari ini semua hewan akan berkumpul dalam keadaan terpaksa. Husyiro berda dengan al-jam'u. Al-Jam'u berkumpul dalam keadaan yang nyaman, sedangkan husyiro berkumpul dalam keadaan tidak nyaman/ terpaksa.

Ayat keenam berbunyi
وَإِذَا الْبِحَارُ سُجِّرَتْ

Kata bihaar merupakan bentuk jamak dari bahrun. Tidak ada satu laut pun yang tidak dikumpulkan pada hari ini. Sujjirot artinya meluap. Bintang-bintang yang berjatuhan ada yang jatuh ke laut. Meluap juga bisa disebabkan karena tercerabutnya gunung-gunung di bumi. 

Ayat ketujuh berbunyi
وَإِذَا النُّفُوْسُ زُوِّجَتْ

Kata nufuus merupakan bentuk jamak dari nafsun. Seluruh jiwa termasuk juga malaikat akan dikelompokkan. Zuwwijat berasal dari kata jauz artinya pasangan. Orang-orang soleh akan dikumpulkan dengan para malaikat. Sedangkan orang-orang kafir akan dikumpulkan bersama syaitan. 

Surat ini menggunakan banyak penekanan karena audiensnya sangat ingkar, yaitu kaum kafir Quraisy. Mari kita bermuhasabah dan berkaca diri, adakah sifat-sifat dari kaum kafir tersebut yang melekat pada kita? Apakah kita mencintai dunia seperti mereka? Maka, selama kita masih bernafas artinya masih ada kesempatan untuk beramal di dunia dan menjauhi sifat-sifat kaum munafiq dan orang kafir.

*Kajian ba'da subuh bersama Ust. Jalaluddin Rumi
Ahad, 6 Muharram 1443 H

Sabtu, 04 Mei 2019

Menjadi Istri

Menjadi istri
Bagian dari hal dirindukan kaum hawa, terutama bagi mereka yang sudah bertambah angka dalam usia namun peminang belum juga nampak.

Menjadi istri
Gelar mulia yang Allah sematkan pada wanita, dimana surga terbuka pada ridho suaminya.

Menjadi istri
Bukan hal sederhana, bukan pula hal rumit. Ia adalah peran penuh tanggung jawab dan kedewasaan.

Menjadi istri tak melulu soal bahu untuk bersandar atau kawan untuk bercerita.
Seorang istri juga harus punya bahu untuk disandari. Jika tidak, bagaimana ia akan menggenapkan suaminya?

Menjadi istri...
Dewasakanlah hamba ya Rabb...

Rabu, 04 Januari 2017

BALADA SILENT READER

Seberapa sering kamu cek sosmedmu dalam sehari? Seberapa sering kamu komen di grup sosmedmu?

Pertanyaan yang tidak perlu dijawab ya. Tapi kali ini saya akan buka kartu tentang si silent reader (saya sendiri). Mungkin ada diantara temanmu yang juga tergolong silent reader. Ada sih tapi gak nampak (seraam). Namanya ada sih, nomernya aktif, statusnya online lagi. Tapi kok ya ditunggu-tunggu kemunculannya tapi gak komen-komen. Keterangannya sedang mengetik tapi komennya gak muncul-muncul (pengalaman pribadi, hehehe). Nyebelin banget gak sih nih orang, wkwkwkw…..

Tapi jangan berprasangka buruk dulu sama tipe peselancar jenis ini. Banyak alas an loh….. banyak juga yang dibuat-buat. Tapi asli, jangan langsung underestimate sama manusia jenis ini.

Pernah suatu kali saya bergabung dalam grup diskusi dan ada salah satu oknum yang kesel banget sama si silent reader. Sebetulnya maksud beliau baik sih, kenapa gak ikut komentar padahal ini grup kan fungsinya buat diskusi (salah sendiri sih :D). Saya langsung merasa jadi tertuduh. Nelangsa banget rasanya L (apa sih…..:D)

Berikut ini beberapa alasan (pribadi) kenapa ada makhluk yang bergelar silent reader di grup sosmedmu:

1.      Mungkin hp-nya nge-hank karena kebanyakan aplikasi jadi rada males juga setiap saat mantengin hp (pengennya ganti hp baru)
2.      Lagi ngirit kuota (gak ngaruh ya)
3.      Terlalu kudet
4.      Saking banyaknya pekerjaan jadi gak bisa selalu stay deket hp
5.       Kepribadian. Ada loh orang tipe introvert di dunia maya. Komentar secukupnya. Sharing seperlunya. Mungkin saya termasuk yang ini. Saat ngobrol live gak banyak komentar, saat daring juga begitu. Seringnya bingung harus ngobrol apa. Khawatir juga nanti berkomentar yang garing atau bisa salah komentar malah jadi dosa. Jadi terkadang saya piker lama mau komen apa, udah diketik panjang tapi gak jadi share :D. kadang mikir juga komunikasi lisan dan tulisan suka beda interpretasi. Jadi lebih sering ragu-ragunya kalau mau komentar.
6.      Mungkin menurut beberapa orang topic yang dibicarakan bukan bahasan yang terlalu urgent untuk didiskusikan. Daripada ikut ngobrol ngalor-ngidul tapi gak dapet hasil mending wait and see the result. Isn’t it? Memang saya maunya ikut yang praktis :D ngiket wae lah selama diikutin orang bener.
7.      Tidak merasa memiliki kepentingan di grup. Ini grup apa? Siapa yang masukkin? Tiba-tiba terdampar di grup ini. Tapi mau left sayang, bermanfaat juga isinya. Biarkan saja lah.

Mungkin inilah sebagian alasan adanya fenomena silent reader di kalangan peselancar :D. Tapi yang pasti sih spesies satu ini gak punya niatan buruk atau curang. Mungkin karena keterbatasan aja. Kadang-kadang waktu saya tiba-tiba koment di grup ~siiiiiiiiiiiiiiing~ hening seketika. Ini anak mana sih tiba-tiba koment. Hahahaha….. ngerasa aneh juga sih. Tapi yah, memang media social membawa banyak manfaat selama kita tetap bijak menggunakannya (gak nyambung gini sih).

*Ini bahasanya gaje banget sih…. Isinya juga tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ditulis hanya untuk melatih diri untuk terbiasa menulis. Mohon maaf jika ada isi yang tidak berkenan. 


Bogor, 05 Januari 2017

Sabtu, 31 Desember 2016

Rumah yang Sunyi

Benar apa yang dikatakan para orang tua bahwa waktu kita bersama anak-anak hanya sekejak saja. Sebab saat mereka tumbuh remaja anak-anak akan menghabiskan lebih banyak waktu mereka dengan teman-temanya.
Tadi malam saya pergi ke rumah saudara untuk acara keluarga tahunan (haul ummi). Saya mengingat tahun-tahun sebelumnya saat sepupu-sepupu saya masih kecil. Acara kumpul keluarga selalu ramai dengan  gelak tawa dan obrolan yang menghangatkan. Tetapi malam tadi amat sunyi. Anak-anak tak lagi merindukan bermalam bersama saudaranya. Permainan telah digantikan games dalam gadget. Remajanya hanya sedikit saja, selebihnya lebih memilih bermalam tahun baruan dengan teman-temanya di luar rumah.
Peelu kita sebagai anak dan generasi mudanya untuk meluangkan waktu bersama keluarga kita. Keluarga besar kita. Waktu kita bersama merek tidaklah mungkin tak sebanyak yang kita kira. Ruang-ruang keluarga kita semakin sunyi.

*catatan di penghujung 2016

Selasa, 06 Desember 2016

HUSNUDZHON

Kita berada pada dua pilihan; Memilih untuk berhusnudhon atau su'udzhon.
Apa-apa yang terlihat tidak baik di hadapan kita bisa jadi adalah hal yang baik.
Mari rubah sudut pandang kita. Setiap orang dikaruniakan potensi taqwa yang menuntunnya untuk melakukan hal-hal baik.
Ayolah kawan Husnudzon didahulukan. Think positive!
Sumber : Google

Kamis, 18 Agustus 2016

Kumpulan Quote "HUJAN"

Manusia mungkin saja merasa berkuasa di atas muka bumi, merasa sebagai spesies paling unggul, tapi mereka sebenarnya dalam posisi sangat lemah saat berhadapan dengan kekuatan alam.

Kejadian besar selalu bisa membuat orang cepat dewasa. Mereka tidak bisa menghindar, tidak bisa melawan. Mereka hanya bisa memeluk semua kesedihan, memeluknya erat-erat.

Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.

Kami bosan hanya menjadi remaja biasa-biasa saja. Kami memang tidak genius, tidak bisa membuat mesin roket, atau memiliki bakat hebat, tapi kami ingin membantu. (Maryam)

Mengobati kesedihan dengan berbuat baik.

Kesibukan mampu mengusir kerinduan.

Apakah kita akan memilih melupakan atau mengenang semua hal menyakitkan.

Kita mengenang banyak hal saat turun hujan karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bgaimana kita bisa menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.

Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela nafas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok.

Bagaimana mungkin kita akan berharap kepada seseorang yang jauh sekali bagai purnama?

Bgai orang-orang yang sedang menyimpan perasaan, ternyata bukan soal besok kiamat saaj yang bisa membuatnya panik, susah hati. Cukup hal kecil seperti jaringan komunikasi terputus, genap sudah untuk membuatnya nelangsa.

Hidup ini juga tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari; kapan kita akan berhenti menunggu.

Teman yang hanya duduk bersamanya, diam satu sama lain, tetapi kita telah merasa menyelesaikan percakapan panjang. Yang cukup melihatnya rasa senang muncul dalam hati.

Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.

Ada banyak hal yang bisa saling dipahami oleh dua sahabat sejati tanpa harus bicara apapun.

Lebih baik mendengar kebenaran meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan.
Sumber: Google


Hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu, orang-orang yang berhasil menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit, menangis, marah-marah, tetapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri.

Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.

Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami.

Bgaian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.

Rabu, 30 Desember 2015

PARASIT

Pagi ini saya menonton salah satu acara televisi yang menggarap cerita tentang kerja para broadcaster dibelakang panggung. Kebetulan tema yang diangkat di episode ini tentang kerja keras dan profesionalitas guna menyajikan tayangan yang bermutu. Andika, Putri, dan Iren adalah beberapa aktor yang sedang mengerjakan tugas lembur hingga menguras tenaga mereka. Bahkan sampai begadang dan tidak sempat pulang ke rumah. Poin yang saya tangkap dari acara ini adalah tentang "kualitas diri" yang tertuang dalam etos kerja yang tinggi hingga melahirkan karya yang berkualitas.

Bukan hendak merujuk kepada cara kerja mereka yang mati-matian demi sebuah hasil. Toh, setiap proses, setiap jalan yang kita daki di jalan Allah adalah juga bernilai ibadah. Namun, saya iri dengan etos kerja mereka yang tinggi. Tokoh-tokoh diatas juga saya temui di depan mata saya. Orang-orang yang berjuang segenap jiwa untuk mengokohkan dakwah ini. Amalnya tentu berlipat kali lebih banyak, untung dunia-akhirat. Disini saya lebih iri lagi. ada banyak orang dengan keahlian luar biasa dapat berkontribusi aktif untuk kemajuan organisasi/lembaga atau apapun yang mereka perjuangkan.

Saya jauh sekali dari hal itu. Tiap kali bergabung dalam suatu organisasi/lembaga saya selalu ingin melakukan apa yang saya bisa demi kemajuannya. Tetapi jangankan memajukan memberikan sedikit manfaat juga tidak. Entah kenapa.......
Saya kagum dengan orang-orang itu. Saya dekati mereka, tetapi nyatanya saya tetap tidak tertulari kemampuan mereka. Pada akhirnya saya akan malu sendiri. Mundur teratur, mengakui bahwa saya tidak diperlukan di tempat ini. Ini pemikiran yang salah, keputusan yang keliru, dan langkah yang akan saya sesali di kemudian hari. Tapi saya tetap tidak mampu mengatasinya. Allah....hamba-Mu yang lemah ini mohon kekuatan-Mu.

Rasanya saya hanya menjadi sampah diantara orang-orang yang beramal, bekerja nyata. Jangankan untuk mengemukakan pendapat di depan umum, mengetik pesan di jejaring sosial dalam grup saja saya gemetaran. Seolah-olah setiap mata yang membaca pesan itu akan langsung membaca diri saya, menemukan kebodohan saya. Karena lelet dan terlalu sering menimbang-nimbang yang tidak perlu kadang tugas-tugas saya justru sudah dikerjakan orang lain. Saya ingin bekerja keras tapi lebih sering terbentur banyak hal, ketidakmampuan, rendah diri, rasa malu.

Seringkali khalayak ramai mengelompokkan sebagian orang sebagai "sampah masyarakat", "parasit" atau apapun istilahnya. Saya sungguh tidak ingin dilabeli seperti itu. Tak apa meski hanya seperti nyala lilin kecil yang terangnya sedikit saja, sebentar saja.

Sumber Gambar : Google

Saya mohon maaf untuk segala amanah yang tak tertunaikan dan janji yang sering terabaikan.

خير الناس أنفعهم للناس

Sabtu, 05 Desember 2015

MUNDUR

Mungkin ada baiknya kita mundur, pergi, dan meninggalkan
Jika hal itu akan mengurangi mudhorot yang kita lakukan

Selasa, 25 November 2014

LAA TAGHDOB

Google

Siang jelang sore itu saya jadwal mengajar di kelas VII, baru beberapa langkah masuk kelas terlihat seorang siswa perempuan sedang menekuk wajahnya, masam. Sementara seorang siswi lagi tengah merajuknya, lalu mengadu kepada saya "Bu, Fillah marah sama saya". Entah apa yang terlintas di pikiran saya, bukan kata "kenapa?" Yang terucap melainkan "Fillah!!!" Dengan mimik muka serius agak berteriak "Laa taghdobh wa lakal jannah". Selang dua detik siswa yg sedang marah tersebut tersenyum seraya berujar "Oh....iya bu, jangan marah bagimu surga". Sejurus masalah selesai tak bersisa. Bahkan saat pelajaran mereka malah asik berkelompok bersama, sempat interupsi karena kelompok mereka tak jua mendapat giliran :D


Ah, anak-anak itu. Yang kini tengah beranjak remaja. Selalu tulus, tak pernah berpikir ulang untuk memaafkan. Seandainya orang-orang dewasa punya sedikit dari ketulusan mereka. Seandainya para orang tua yang tengah dilanda badai rumah tangga bisa lebih tulus memaafkan, mungkin anak-anak mereka tak perlu terluka karena ulah orang tuanya. Betapa saya juga iri, ingin mampu memaafkan semudah itu. 

MUDARRISAH???

Taraaaaa.......
Selamat datang di catatan hari seorang guru... Ecieeeeeee...cuitcuiwww
Ok deh tanpa berpanjang kata kita mulai aja perjalanan terjal ini ;)

Episode 1

Terinspirasi setelah baca "Rantau 1 Muara"-nya bang Fuadi. Ane langsung gece buat
nge-net nyari2 alamat sekolah2 di sekitaran cibinong. Karena tingkat elektabilitas pak pos lebih tinggi (menurut perasaan ane) daripada email yang dikhawatirkan udah bulukan karena terlalu lama gak dibuka. Akhirnya, selain alternatif kirim lewat merpati elektronik ane kirim juga lamaran-lamaran itu lewat pos.

Pas nginjekkin kaki di kantor pos yang letaknya sampingan sama minimarket, kayaknya itu abang-abang operator demi melihat tumpukan amplop coklat di tangan seolah nyorakin ane dalem hati " woooiiiii hari gini sish masih pake pos??????" Wusssshhhhh.... Biarkanlah angin dan bisikan hati itu berlalu. Setelah sekian lama akhirnya ane tau beberapa sekolah yang dulu di pos-in itu jaraknya cuma sepelemparan batu dari rumah. Wealaaah....kemana aja tho mbak????

Tapi ternyata "jodoh" ane gak nyangkut diantara email atau amplop coklat itu. Waktu ngelamun di angkot (masih dengan amplop lamaran kerja) ngelewatin sebuah gardu sekolah Islam. Antara yakin dan enggak besoknya ane buat lamaran buat ke sekolah itu. Jarak dari rumah kesana sih cuma 15 menit dengan naek 2 angkot. Tapi karena rute jalannya gak biasa teteup aja buta jalan. Mesen si abang minta diturunin disana. Eh....sampai itu angkot muter balik teteup gak diturunin juga. Usut punya usut ternyata ane  yang bilang "al fath bang" sampainya di telinga si abang "alfamart bang". Hehe.... Udah badmood buat nyampein tuh lamaran, tapi daripada sia-sia, balik lagi deh untuk kedua kalinya ke rute itu. Perjalanan kedua pun gak langsung lancar. Meski udah duduk di depan samping pak kusir eh pak supir yang sedang menyetir. Si abang kedua tetep aja gak tau dimana letak keberadaan itu sekolah. Sampe2 diturunin di tengah jalan "alamatnya yang ini kok neng, coba deh tanya ke dalem kali". Deuh si abang -_-

Alhamdulillah gak pernah ada yang sia-sia ya. Udah khawatir aja itu gerbang bakalan tutup karena lagi jam sholat jum'at. Seturunnya ane depan gerbang langsung disambut pak satpam yang berbaik hati nyampein surat lamaran itu.


Hari-hari setelahnya adalah masa-masa tes dan pengambilan keputusan yang panjang dan berlarut-larut. Setelah mempertimbangkan banyak hal bismillah jadilah mengajar disini.

Google

Senin, 25 Agustus 2014

seven A

Saya kira jadi guru di SMP gak akan seseru jadi guru SD atau TK. Tapi ternyata subhanallah...seru juga. Anak-anak tetap menjadi sepolos mereka. Apa adanya. Walau kadang agak menjengkelkan (ini sih karena saya saya yang salah)
 Oke lah kalau gitu welcome to our journey at VII a
^_^
bismillah

Senin, 09 Juni 2014

BERTEMU KEMBARAN

Pernah kan satu waktu bertemu seseorang untuk pertama kalinya namun rasanya kita sudah sama-sama kenal lama. Berasa ada kamiyyah mubasyaraoh yang mengikat. Biasanya kita cenderung mencari-cari kesamaan dulu baru kemudian merasa ada yang mengikat antara kita. Contohnya, sesama orang melayu, sesama orang Indonesia, sesama suku sunda, sesama orang Bogor, sesama lulusan UNJ, sesama suka nulis, dan sesama-sesama lainnya. Tapi ada kalanya, bukan karena kita menemukan kesamaan dulu lalu terikat. Namun dibalik, kita merasa terikat satu sama lain untuk kemudian menemukan kesamaan-kesamaan atau mencari-cari kesamaan. Menurutmu mengapa?

Untuk saya yang cenderung kaku dan lemah dalam memulai pembicaraan. Saat bertemu dengan orang-orang seperti ini adalah momentum istimewa yang jarang saya alami. Jadi rasanya.... waaaah... banget. Seneng... banget. Anehnya, terkadang untuk merasa terikat kita tidak perlu banyak kata. Terkadang kedekatan itu diterjemahkan melalui senyum, sapa, tatapan mata, atau hal-hal sepele lainnya. Dalam kondisi seperti ini saya selalu teringat DDU-nya Salim A. Fillah, bisa jadi ruh-ruh kita sudah bertemu jauh sebelum jasad kita bertemu. Ma sya Allah manisnya ukhuwah ini. Ada di dekat jiwa-jiwa yang mencintai Allah selalu memberikan ketenangan tersendiri.

Kali ini saya bertemu dengan gadis bermata coklat, berhidung mancung, berkulit putih, kurus (menurut saya terlalu kurus). Wajahnya campuran dari air muka Eropa dan Persia. Dialah ahlul balad dari negerinya Muhammad al Fatih dan Sulaiman al Qonuny. Negeri yang letak geografisnya diantara dua benua. Negeri yang pemimpinnya benar-benar tegas.

Selepas isya saat saya sendiri menelusuri trotoar menuju kamar, gadis itu menjejeri langkah saya.
"Sholihah" sapanya akrab.
Namanya zainab, zainab al kubro saya tambahkan. Sebab dia anak pertama. Saat itu pertama kalinya terlintas di fikiran saya "Ma sya Allah, berasa bercermin sama anak ini. Mirip saya banget".
Bukan saya saja yang merasa demikian. Di lain waktu saya berkata, "Zainab saya punya teman mirip kamu".
"Wah... berarti mirip kamu dong".
Terharu. Tidak perlu kata untuk sebuah kesepakatan. Saya dan zainab merasa mirip satu sama lain. Sayangnya, pendapat saya tentangnya berubah lima menit kemudian. Saya tidak seperti dia. Zainab meski tak banyak bicara akan menjadi tegas saat diperlukan. Meski terlihat lemah dari luar ternyata mampu bertahan dan kuat dari dalam. Dalam kebingungan selalu cepat mengambil keputusan. Zainab... Kamu kuat, lebih kuat dari saya.

Banyak hal yang saya kagumi dari dia, salah satunya karena zainab tidak memasang foto-foto narsis di sesmed apapun. Termasuk foto dengan kamera yang tidak diketahui asal-usulnya dia tidak mau, meskipun itu foto bersama. Suatu hari kami pergi ke muktamar yang dihadiri Yusuf al Qaradhawy, ternyata di dalam hall kamera bertebaran dimana-mana. Walhasil sepanjang acara dia hanya menunduk dalam-dalam, khawatir terjepret kamera. Hahahaha.... zainab ... zainab... menjaga banget, saya juga mau seperti itu, tapi masih suka pajang-pajang foto di sosmed, kadang maksudnya pun gak baik =_=
"Ckckckc... Sholihah" komentarnya saat saya bilang saya pasang foto di faccebook (seakan-akan saya tertangkap basah melalukan kecerobohan).

Waktu saya cerita tentang 99 cahaya di langit eropa dia langsung search di youtube (macam ngerti aja bahasa Indo -_-). Lantas saya berkicau sendiri, jika hanum bertemu Fatma di Vienna maka saya bertemu Zainab di Doha. :))
Saya paling suka membahas Turki dengannya, entah kemenangan Pakde Erdogan di pemilu lokal, Aya Sophia (dia bahkan tidak mendengar kabar jika aya sophia dibuka masjid lagi), kasus kebakaran di pertambangan (menurutnya ini makar oknum tertentu mendekati pemilu).

Alhamdulillah Allah Maha Baik, mempertemukan saya dengan gadis selugu itu disini. Jika pepatah arab mengatakan
ما أطيب اللقاء من غير الميعاد
maka pertemuan tiba-tiba ini sudah Allah atur sebelumnya. Dulu teringat pernah mengikuti matkul tambahan bahasa Turki. Sayangnya saya tidak ingat lagi, hehe...
Mungkin ini hanya pertemuan singkat, namun bersaudara dengannya akan menorehkan sejarah tersendiri di hidup saya. Semoga Allah izinkan kita bertemu lagi.

Dalam perjalanan mencari Baqi' bersama zainab


جزاك الله خيرا
ربنا يخليك
أحبك في الله يا توأمي

Memnum Oldum Zainab ^_* 

Minggu, 08 Juni 2014

SAJADAH

Saya : Sa, gw udah beliin lo sajadah nih
Nisa : Ngapain beli sajadah? Kan di rumah udah banyak
Saya : Tapi kan ini buatan Suriah sa...
Nisa : Mau buatan Suria mau buatan mana kek, tetep aja fungsinya buat sholat

hmpt....
Itu dia adikku ^_^

NECTAR ANACHID SANS INSTRUMENTS 34



Dulu pernah tukeran nasyid sama orang perancis, saya kasih dia Ahlan wa sahlan romadhon-nya izzis. Dia kasih saya lagu ini, munsyid faronsa pake bahasa Arab.

Lama dianggurin, pas hari ini dengerin baik-baik sya'irnya ternyata.... menyebabkan kegalauan... hahaha

halwaa awii... come nye...

^_^

Jazakillah Lucie

Rabu, 04 Juni 2014

بلاد العرب اوطاني

لسان الضاد يجمعنا

بلاد العرب أوطاني
من الشام لبغدان
ومن نجد إلى يمن
إلى مصر فتطوان
فلا حد يباعدنا
ولا دين يفرقنا
لسان الضاد يجمعنا
بغسان وعدنان
لنا مدنية سلفت
سنحييها وإن دثرت
ولو في وجهنا وقفت
دهاة الإنس والجان
فهبوا يا بني قومي
إلى العلياء بالعلم
وغنوا يا بني أمي
بلاد العرب أوطاني

***
Menarik...
Hmpt.... harus faham

SAYA

Saya?
Ya begini adanya, yang dingin, tidak peduli, tidak bisa basa-basi, tak pandai memuji, sedikit sekali bicara, penakut, pemalu.
Saya... terkadang kejam, jahat.