Kamis, 18 Agustus 2016

Kumpulan Quote "HUJAN"

Manusia mungkin saja merasa berkuasa di atas muka bumi, merasa sebagai spesies paling unggul, tapi mereka sebenarnya dalam posisi sangat lemah saat berhadapan dengan kekuatan alam.

Kejadian besar selalu bisa membuat orang cepat dewasa. Mereka tidak bisa menghindar, tidak bisa melawan. Mereka hanya bisa memeluk semua kesedihan, memeluknya erat-erat.

Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa.

Kami bosan hanya menjadi remaja biasa-biasa saja. Kami memang tidak genius, tidak bisa membuat mesin roket, atau memiliki bakat hebat, tapi kami ingin membantu. (Maryam)

Mengobati kesedihan dengan berbuat baik.

Kesibukan mampu mengusir kerinduan.

Apakah kita akan memilih melupakan atau mengenang semua hal menyakitkan.

Kita mengenang banyak hal saat turun hujan karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bgaimana kita bisa menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya.

Ciri-ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela nafas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok.

Bagaimana mungkin kita akan berharap kepada seseorang yang jauh sekali bagai purnama?

Bgai orang-orang yang sedang menyimpan perasaan, ternyata bukan soal besok kiamat saaj yang bisa membuatnya panik, susah hati. Cukup hal kecil seperti jaringan komunikasi terputus, genap sudah untuk membuatnya nelangsa.

Hidup ini juga tentang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari; kapan kita akan berhenti menunggu.

Teman yang hanya duduk bersamanya, diam satu sama lain, tetapi kita telah merasa menyelesaikan percakapan panjang. Yang cukup melihatnya rasa senang muncul dalam hati.

Ada orang-orang yang kemungkinan sebaiknya cukup menetap dalam hati kita saja, tapi tidak bisa tinggal dalam hidup kita. Maka biarlah begitu adanya, biar menetap di hati, diterima dengan lapang. Toh dunia ini selalu ada misteri yang tidak bisa dijelaskan. Menerimanya dengan baik justru membawa kedamaian.

Ada banyak hal yang bisa saling dipahami oleh dua sahabat sejati tanpa harus bicara apapun.

Lebih baik mendengar kebenaran meski itu amat menyakitkan daripada mendengar kebohongan meski itu amat menyenangkan.
Sumber: Google


Hanya orang-orang kuatlah yang bisa melepaskan sesuatu, orang-orang yang berhasil menaklukkan diri sendiri. Meski terasa sakit, menangis, marah-marah, tetapi pada akhirnya bisa tulus melepaskan, maka dia telah berhasil menaklukkan diri sendiri.

Barangsiapa yang bisa menerima, maka dia akan melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan.

Bukan seberapa lama umat manusia bisa bertahan hidup sebagai ukuran kebahagiaan tapi seberapa besar kemampuan mereka memeluk erat-erat semua hal menyakitkan yang mereka alami.

Bgaian terbaik dari jatuh cinta adalah perasaan itu sendiri. Kamu pernah merasakan rasa sukanya, sesuatu yang sulit dilukiskan kuas sang pelukis, sulit disulam menjadi puisi oleh pujangga, tidak bisa dijelaskan oleh mesin paling canggih sekalipun. Bagian terbaik dari jatuh cinta bukan tentang memiliki. Jadi, kenapa kamu sakit hati setelahnya? Kecewa? Marah? Benci? Cemburu? Jangan-jangan karena kamu tidak pernah paham betapa indahnya jatuh cinta.

Rabu, 30 Desember 2015

PARASIT

Pagi ini saya menonton salah satu acara televisi yang menggarap cerita tentang kerja para broadcaster dibelakang panggung. Kebetulan tema yang diangkat di episode ini tentang kerja keras dan profesionalitas guna menyajikan tayangan yang bermutu. Andika, Putri, dan Iren adalah beberapa aktor yang sedang mengerjakan tugas lembur hingga menguras tenaga mereka. Bahkan sampai begadang dan tidak sempat pulang ke rumah. Poin yang saya tangkap dari acara ini adalah tentang "kualitas diri" yang tertuang dalam etos kerja yang tinggi hingga melahirkan karya yang berkualitas.

Bukan hendak merujuk kepada cara kerja mereka yang mati-matian demi sebuah hasil. Toh, setiap proses, setiap jalan yang kita daki di jalan Allah adalah juga bernilai ibadah. Namun, saya iri dengan etos kerja mereka yang tinggi. Tokoh-tokoh diatas juga saya temui di depan mata saya. Orang-orang yang berjuang segenap jiwa untuk mengokohkan dakwah ini. Amalnya tentu berlipat kali lebih banyak, untung dunia-akhirat. Disini saya lebih iri lagi. ada banyak orang dengan keahlian luar biasa dapat berkontribusi aktif untuk kemajuan organisasi/lembaga atau apapun yang mereka perjuangkan.

Saya jauh sekali dari hal itu. Tiap kali bergabung dalam suatu organisasi/lembaga saya selalu ingin melakukan apa yang saya bisa demi kemajuannya. Tetapi jangankan memajukan memberikan sedikit manfaat juga tidak. Entah kenapa.......
Saya kagum dengan orang-orang itu. Saya dekati mereka, tetapi nyatanya saya tetap tidak tertulari kemampuan mereka. Pada akhirnya saya akan malu sendiri. Mundur teratur, mengakui bahwa saya tidak diperlukan di tempat ini. Ini pemikiran yang salah, keputusan yang keliru, dan langkah yang akan saya sesali di kemudian hari. Tapi saya tetap tidak mampu mengatasinya. Allah....hamba-Mu yang lemah ini mohon kekuatan-Mu.

Rasanya saya hanya menjadi sampah diantara orang-orang yang beramal, bekerja nyata. Jangankan untuk mengemukakan pendapat di depan umum, mengetik pesan di jejaring sosial dalam grup saja saya gemetaran. Seolah-olah setiap mata yang membaca pesan itu akan langsung membaca diri saya, menemukan kebodohan saya. Karena lelet dan terlalu sering menimbang-nimbang yang tidak perlu kadang tugas-tugas saya justru sudah dikerjakan orang lain. Saya ingin bekerja keras tapi lebih sering terbentur banyak hal, ketidakmampuan, rendah diri, rasa malu.

Seringkali khalayak ramai mengelompokkan sebagian orang sebagai "sampah masyarakat", "parasit" atau apapun istilahnya. Saya sungguh tidak ingin dilabeli seperti itu. Tak apa meski hanya seperti nyala lilin kecil yang terangnya sedikit saja, sebentar saja.

Sumber Gambar : Google

Saya mohon maaf untuk segala amanah yang tak tertunaikan dan janji yang sering terabaikan.

خير الناس أنفعهم للناس