pagi menyapa penghuni bumi yang sebagian besar masih berkemul selimut
tapi pagi tak mau tahu... ia tetap memunaikan janjinya
menyapa mata-mata para pemimpi
mengabaikan wajah-wajah kusut masai yang mengumpat betapa cepatnya pagi datang
ia tetap pada janjinya... mengiringi mentari menghangatkan bumi
sesubuh ini
malaikat-malaikat kecil sudah bangun dari peraduannya
menaiki kereta dorong bersama ibunya, berjemur di atas bantal dalam pangkuan ayahnya, atau berseru kecewa saat gerobak tempe berlalu dari halam rumahnya...
sekompi penguasa udara juga mulai mencericau merdu rindu dengan udara pagi
semoga pagi ini mengawal kebaikan
satu pagi di bulan juni
Kamis, 31 Mei 2012
Selasa, 22 Mei 2012
quote
“Lazim
sekali seorang petani akan bilang ke anaknya, nak, kau nanti kalau sudah besar
jangan jadi petani, tidak bisa kaya. Seorang guru SD bilang ke anaknya, nak,
kau nanti jangan jadi guru, hidupnya susah, makan hati pula. Seorang kuli kasar
bilang ke anaknya, nak, kau jangan pernah jadi kuli, keringat diperas, gaji tak
memadai. Tetapi maksud mereka tidaklah demikian, hakikat sejati pesan itu
adalah agar kau jadi lebih baik dalam kehidupan. Kau bolak-balik sedikit saja
hati kau. Sedikit saja, dari rasa dipaksa menjadi sukarela, dari rasa terhina
menjadi dibutuhkan, dari rasa disuruh-suruh menjadi penerimaan. Seketika, wajah
kau tak kusut lagi".
pak Tua @Aku, Kau, dan kota kita
pak Tua @Aku, Kau, dan kota kita
Langganan:
Postingan (Atom)
